Tips Aman Membuat Perjanjian Perkawinan

by | Aug 5, 2021 | Perjanjian Pernikahan | 0 comments

Perjanjian Perkawinan adalah perjanjian yang dibuat oleh dan antara Calon Pasangan Suami Istri atau Pasangan Suami Istri yang mengatur antara lain hak dan kewajiban masing-masing pasangan, pengaturan harta bawaan, pengaturan harta selama perkawinan, pengaturan pembagian harta apabila terjadi perceraian, pemeliharaan anak dan termasuk komitmen dari masing-masing pasangan, dimana waktu pembuatan dan penandatanganan perjanjian Perkawinan dapat dibuat pada waktu sebelum dilangsungkan atau selama dalam ikatan perkawinan.

Perjanjian Perkawinan harus dibuat atas kesadaran dan kerelaan dari kedua belah pasangan guna menjamin dan melindungi kepentingan dari suami dan istri. Kantor Pengacara Jakarta memberikan Tips Aman dalam membuat Perjanjian Perkawinan, antara lain:

  1. Perjanjian Perkawinan dibuat rinci dan jelas terutama terkait hak dan kewajiban suami istri serta pengaturan harta bawaan dan harta selama perkawinan, guna mempermudah pembuatan tersebut maka Anda dan pasangan dapat berkonsultasi dengan Kantor Pengacara Jakarta;
  2. Isi Perjanjian Perkawinan tidak boleh melanggar batas-batas hukum (termasuk mengikuti ketentuan Pasal 139 – Pasal 143 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata), agama dan kesusilaan;
  3. Perjanjian Perkawinan dibuat dengan perjanjian tertulis, serta untuk menjamin kepastian hukum maka perjanjian tersebut dibuat dengan Akta Notaris;
  4. Akta Perjanjian Perkawinan dibuat maka harus didaftarkan ke Kantor Urusan Agama (KUA) bagi pasangan yang beragama Islam atau Kantor Catatan Sipil (KCS) bagi pasangan yang bukan beragama Islam;

Untuk dokumen-dokumen yang diperlukan dalam pencatatan perjanjian perkawinan di KUA atau KCS di antara lain:

  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik;
  • Fotokopi Kartu Keluarga;
  • Fotokopi Salinan Akta Notaris Perjanjian Perkawinan yang telah dilegalisir dengan menunjukkan aslinya; dan
  • Buku Nikah atau Kutipan Akta Perkawinan suami dan isteri (bagi perjanjian perkawinan yang dibuat selama ikatan perkawinan berlangsung).

Keberadaan Akta Perjanjian Perkawinan tidak dapat diubah atau dicabut dan tetap berlaku, kecuali terdapat kesepakatan kedua belah pihak ada persetujuan untuk mengubah atau mencabut, dan perubahan atau pencabutan tersebut tidak merugikan pihak ketiga.

Kantor Pengacara Jakarta hadir untuk membantu Anda dalam mengkonsep dan membuat perjanjian perkawinan sesuai dengan kebutuhan Anda dan Pasangan. Kantor Pengacara Jakarta telah terbukti memiliki banyak pengalaman dalam membuat Perjanjian Perkawinan untuk Klien-Klien Kami. Segera Hubungi Kantor Pengacara Jakarta pada 0816 1920 335 (Gratis Konsultasi) dan besar harapan kami dapat segera membantu Anda. Terimakasih.

Check Out These Related Posts

No Results Found

The page you requested could not be found. Try refining your search, or use the navigation above to locate the post.

0 Comments

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *